MuARA
KEHIDUPAN
Segelintir kisah yang berasal dari suatu
desa terpencil, terlahir seorang anak pertama dari keluarga yang pas-pasan,
ayah nya bekerja sebagai buruh karyawan di suatu perusahaan sedangkan ibu nya
bekerja menjadi seorang penjahit.
Keluarga ini mungkin termasuk salah satu
keluarga yang harmonis dan damai,setelah beberapa tahun anak itu pun tumbuh
dewasa dan mungkin menjadi anak yang di inginkan oleh banyak orang tua karena
di samping dia anak yang cerdas dia juga anak yang jujur, meskipun dia terlahir
dari keluarga yang pas-pasan tapi dia tidak pernah merasa malu dengan keadaan
keluarganya walaupun teman-teman nya berasal dari keluarga yang sangat
mampu(kaya),hal ini yang menjadi kebahagiaan orang tua nya.
Namun semua itu berubah setelah dia mulai masuk ke sekolah
SMK, dia mulai merasa bosan dengan kehidupan nya yang serba pas-pasan dan dia
pun mulai merasa bahwa TUHAN itu tidak adil karna TUHAN tidak pernah memberikan
apa yang dia inginkan.
Beberapa tahun kemudian dia pun lulus dengan nilai yang dapat
di katakan cukup, setelah itu tak lama berselang dia pun meminta izin kepada
orang tuanya karna dia ingin pergi merantau untuk bekerja namun permintaan itu
pun tidak di setujui oleh kedua orang tua nya karna dengan alasan dia anak
laki-laki satu-satu nya,akhirnya dia pun mengurungkan niat nya itu.
Haripun berganti selang satu tahun dia pun mendapat pekerjaan
di suatu bengkel motor yang tak jauh dari rumah nya,namun keadaan itu berubah
drastis semenjak dia mulai berteman
dengan anak-anak geng motor kehidupnya menjadi tidak teratur di samping dia
jarang pulang ke rumah dia juga sering mabok-mabokan, hal ini terjadi karena
dia beralasan “buat apa aku kerja kalau bukan untuk seneng-seneng toh apa yang aku inginkan tidak pernah
tercapai”.
Tepatnya pada suatu malam hari dia mabok berat sambil
mengendarai sepeda motor dan hal yang tidak di ingin kan pun terjadi dia
mengalami kecelakaan hingga dia pun tak sadar kan diri, dan tidak ada satu pun
orang yang menolong nya karena kejadian itu terjadi tengah malam pas jalanan
sudah sepi,tak lama berselang dia pun seperti melihat seorang nenek-nenek yang
datang menghampirinya sambil berkata ”ingat lah nak bahwa TUHAN tidak akan
memberi apa yang kita inginkan,tetapi DIA akan memberi apa yang kita butuh
kan”, sambil mengatakan “ sadarlah orang tua mu sudah menunggumu di rumah”.
Selang beberapa jam akhirnya dia pun tersadar dan sudah
berada di rumah nya,sambil menangis dia pun memeluk kedua orang tua nya dan
meminta maaf akan segala kesalahan yang pernah dia lakukan.......... BY :( Abeng )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar