“Killing the time”
Di suatu desa yang lmayan terpencil , terlahir seorang anak laki-laki dari keluarga yang sederhana , ia tinggal bersama kedua orang tuanya tanpa mempunyai saudara sekandung.. sejak kecil hidupnya selalu di hinggapi dengan imajinasi dan khayalanl yang bagi orang normal sulit untuk diterima. seprti ,dia ingin bisa terbang agar dapat mengantar ibunya pergi ke pasar karena jarak dari rumah ke pasar yang terlalu jauh dan rutenya hanya dapat di lakukan dengan jalan kaki , karena pada saat dia melihat pesawat terbang dia selalu berfikiran “ mesin sebesar itu saja bisa terbang masak orang sekecil q tidak bisa ,,dan dia selalu melakukan apa yang menurut nya dapat membuat dirinya bisa terbang.
Hingga dia mulai menginjak smp dia mulai coba melupakan semua imajinasinya karena menurutnya terbang itu tidak dapat terjadi tanpa adanya sebuah mesin ,sampai akhirnya dia melihat teman-teman sekolahnya senang dengan balap motor liar ,,namun semua itu tidak berhenti sampai disini lalu dia pun merubah arah imajinasinnya ingin menjadi seorang pembalap motor, namun apa danya dia gak punya media untuk meluapkan imajnasinya ,akan tetapi dia tidak mudah patah semangat,meskipun sepedanya sudah reot keropos tapi ia modif dari mulai roda sampai setang nya dia buat seperti motor balap , dia selalu bangga dengan tunggangannya dan merasaapa yang dia tunggangi itu lebih cepat dari sepeda motor.
SMA, masa-masa sekolah yang menyenangkan , dia mulai merubah style nya ,dari rambut sampai pakaian hal intu di lakukan karena dia melihat teman-teman nya keren ,namun untuk tunggangan pada saat itu mungkin belum terfikir untuk menggantinya ( faktor ekonomi) ,tepatnya pada waktu kenaikan kelas dia mulai tertarik pada lawan jenis( katakanlah telat akhil baligh),namun dia bingung bagaimana cara kasih perhatian pada si cewek itu hingga dia pun bertanya pada teman nya,dan temanya kasih solusi yaitu dengan cara yang paling mudah ,dengan menjemput dan mengantar cewek itu ke sekolah, setelah mendengarkan saran dari teman nya dia agak sedikit putus asa karena dia malu dengan kondisi tungganngannya yang tidak standar nasional dan hari-harinya di selimuti dengan harapan bagaimana cara mendapatkan sepeda motor ,,tak lama berselang akhirnya dia mendapatkan warisan sebuah sepeda motor tua dari sang kakek dan keesokan hari nya dia pun coba mulai dekat dengan cewek tersebut ,,sebulan kemudian tepatnya hari pertama ujian nasional dia beraniin nembak tu cewek dan diterima,,padahal cewek itu sudah suka dengan dirinya sejak kelas 2 SMA,, lalu dua sejoli intu pun menjalin hubungan dan hari-harinya di isi dengan rasa kebahagiaan,, sebulan berlalu pas hari kelulusan mereka merayakaanya namun ditengah-tengah kebahagiaan tersebut terucap sedikit kata yang membuat dia termenung menundukkan kepala,,karena ternyata si cewek di suruh orang tua nya melanjutkan studi di luar negeri dan akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk berpisah..
Setelah lulus sma dia bingung karena sudah setahun dia tak kunjung mendapatkan pekerjaan dan setiap kali dia melamar pekerjaan dia selalu di tolak karena dengan alasan tidak mempunyai ketrampilan dan kreativitas,,lalu dia pun selalu berfikir dimana letak kekurangan dirinya, dan seperti yang orang tua sering bilang “dewasa karena usia” dia selalu instropeksi diri dan hingga akhirnya dia menemukan titik kehidupan dimana yang sejak kecil tidak pernah dia bayang kan yaitu bagaimana cara mengatur waktu yang tepat untuk menata masa depan agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan hidup itu tidak semata-mata hanya untuk berimajinasi.
Dan diapun mengambil keputusan untuk melanjutkan karirnya kejenjang yang lebih tinggi untuk menggapai mimpinya dan menunjukan ketrampilanya agar masa depannya tidak dihinggapi tentang kehidupan khayal semata , dua tahun dia mengikuti perkuliahan prestasinya mulai bangkit dan meningkat dan dia pun lulus sarjana dengan nilai yang cukup memuaskan dan akhirnya dia pun menggapai kesuksesanya dengan menjadi motivator terkenal yang sering di kenang denngan kata-kata nya yaitu “ jangan lah kau bunuh waktumu dengan sebuah imajinasi atau khayalan-khayalan yang tidak masuk akal dan tidak ada kata tidak mampu untuk merubah sesuatu selama kita masih hidup”_ ... Thank you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar